Sejumlah Menteri Lama Tak Muncul di Istana Negara, Tergusur Dari Kabinet ? 

Sejumlah Menteri Lama Tak Muncul di Istana Negara, Tergusur Dari Kabinet ? 
Presiden Joko Widodo dan kabinet Indonesia Kerja Jilid I

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Beberapa nama menteri di Kabinet Indonesia kerja (KIK) jilid I tidak tampak hadir di Istana Negara pada hari kedua pemanggilan oleh Presiden joko Widodo. 

Kondisi ini memperkuat spekulasi  kalau mereka diperkirakan tidak masuk dalam struktur kabinet Indonesia Kerja (KIK) jilid II yang akan mengarungi pemerintahan  lima tahun ke depan. 

Beberapa nama menteri yang tidak tampak di antaranya adalah Darmin Nasution (Menko Perekonomian , Rini Soemarno (Menteri BUMN), Enggartiasto lukito (Menteri Perdagangan), Archandra Thahar (Wamen ESDM) dan Ignatius Jonan (Menteri ESDM) , Pramono Anung (Menteri Sekretaris Negara),  Susi Pudjiastuti (Menteri perikanan dan kelautan, Rudiantara (menteri Kominfo), Hanief Dhaqiri (menteri Tenaga Kerja), Syafruddin (Menpan RB), Eko Putro Sandjojo (Menteri PDT), Yohana Yembise (Menteri peranan Wanita), Wiranto Menko polhukam),  Ryamizard Ryacudu (Menteri Pertahanan), Muahadjir Effendi (menteri Pendidikan), Amran Sulaiman (Menteri Pertanian), Lukman Hakim Syaifuddin (menteri Agama) dan beberapa nama lainnya.

Adapun menteri Luar Negeri, Retno Marsudi diperkirakan akan tetap bertahan di  KIK Jilid II namun tidak hadir ke istana karena sedang berada di Jepang mendampingi Wakil Presiden, Ma'ruf Amin. 

Dari data yang dihimpun media sepanjang hari ini, setidaknya ada 34 nama yang datang memenuhi undangan Presiden Jokowi ke istana negara.

34 nama tersebut, diduga kuat adalah nama-nama yang ingin diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo kepada publik sebelum dilantik menjadi menteri pada Rabu (23/10/2019) pagi besok. 

Berikut daftar lengkap 34 tokoh yang telah dipanggil ke Istana Kepresidenan dan bertemu Jokowi:

1. Mahfud MD (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi)
2. Nadiem Makarim (CEO Gojek)
3. Wishnutama (Komisaris Utama Netmediatama)
4. Erick Thohir (Pendiri Mahaka Group)
5. Tito Karnavian (Kapolri)
6. Airlangga Hartarto (Ketua Umum Partai Golkar, Menteri Perindustrian)
7. Pratikno (Mensesneg, akademisi)
8. Fadjroel Rachman (Komisaris Utama Adhi Karya, aktivis)
9. Nico Harjanto (mantan Staf Khusus Kepresidenan)
10. Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra)

11. Edhy Prabowo (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra)
12. Sri Mulyani (Menteri Keuangan)
13. Syahrul Yasin Limpo (mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua DPP Partai Nasdem)
14. Agus Gumiwang (Menteri Sosial, Ketua DPP Golkar)
15. Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, politisi Nasdem)

16. Juliari P. Batubara (Wakil Bendum PDIP, anggota DPR)
17. Suharso Monoarfa (Plt Ketua Umum PPP, mantan Menteri Perumahan Rakyat)
18. Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR)
19. Fachrul Razi (Ketua Bravo 5, mantan Wakil Panglima TNI)
20. Ida Fauziyah (Wakil Ketua Umum PKB)

21. Bahlil Lahadalia (Ketua Umum Hipmi)
22. Zainudin Amali (Ketua DPP Partai Golkar, Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR)
23. Abdul Halim Iskandar (Ketua DPW PKB Jawa Timur)
24. Yasonna H. Laoly (Menkumham, anggota DPR)
25. Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan)

26. Sofyan Djalil (Menteri ATR/Kepala BPN)
27. Tjahjo Kumolo (Mendagri)
28. Moeldoko (Kepala Kantor Staf Kepresidenan, mantan Panglima TNI)
29. Bambang Brodjonegoro (Menteri PPN/Kepala Bappenas)
30. Johnny G Plate (Sekjen Partai Nasdem, anggota DPR)

31. Agus Suparmanto
32. Teten Masduki
33. dr Terawan
34. Luhut Binsar Pandjaitan. 

Dijadwalkan, Rabu (23/10/2019) pagi, Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan langsung  para menteri dari nama-nama yang telah dipanggil sekaligus jabatannya. 

Selanjutnya pada siang hari, para menteri tersebut akan dilantik. 

"Besok perkenalan jam 08.00 WIB. Pelantikan jam 10.00 WIB," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono lewat pesan singkat, Selasa (22/10) seperti diwartakan cnn indonesia.

Heru menyatakan pihaknya akan mendata para calon menteri yang datang dipanggil Jokowi. Selain itu, kata Heru, pihaknya juga akan menjelaskan agenda pelantikan kepada masing-masing calon menteri.

"Kami hanya mendata calon menterinya hal biodata dan memberi penjelasan terkait prosesi pelantikan menteri kepada masing-masing menteri," ujarnya.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional